Minggu, 15 Oktober 2023

Prasasti Kerajaan Kediri

 13 Review Menarik Goa Selomangleng Kediri, Wisata Alam Syarat Sejarah

Kerajaan Kediri bermula dari perintah Raja Airlangga untuk membagi kerajaannya menjadi dua bagian pada tahun 1041 Masehi. Pembagian kerajaan dimaksudkan untuk menghindari pertikaian, seperti dikutip dari buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik sampai Kontemporer oleh Adi Sudirman. Wilayah kerajaan Raja Airlangga dikenal sebagai Kahuripan.

Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh Brahmana sakti bernama Empu Bharada. Kedua kerajaan tersebut dikenal sebagai Kerajaan Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri). Kerajaan ini dibatasi oleh Gunung Kawi dan Sungai Brantas, seperti dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M), kitab Negarakertagama (1365 M), dan kitab Calon Arang (1540 M).

Pada awal masa perkembangan, Kerajaan Kediri tidak banyak diketahui orang. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang dikeluarkan Kerajaan Jenggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara Jenggala dan Kediri sepeninggal Raja Airlangga. Sejarah Kerajaan Kediri atau Panjalu mulai diketahui oleh adanya Prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa. Sebelum Sri Jayawarsa, hanya raja Sri Samarawijaya yang diketahui.

Prasasti-prasasti yang berasal dari Kerajaan Kediri antara lain:

  • Prasasti Sirah Keting (1104), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Sri Jayawarsa kepada pendeta Buddha bernama Dharmaputra.
  • Prasasti Wurare (1127), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Sri Bameswara kepada pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.
  • Prasasti Hantang (1144), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Jayabaya kepada pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.
  • Prasasti Kamalagyan (1181), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Kameswara kepada pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.
  • Prasasti Pucangan (1194), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Kertajaya kepada pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.

Candi

Prasasti dan Candi Peninggalan Kerajaan Kediri

Candi-candi yang berasal dari Kerajaan Kediri antara lain:

  • Candi Jago, terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini didirikan untuk menghormati raja Wisnuwardhana yang meninggal pada tahun 1268. Candi ini memiliki relief yang menggambarkan kisah Panji dan kisah Buddha.
  • Candi Kidal, terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini didirikan untuk menghormati raja Anusapati yang meninggal pada tahun 1248. Candi ini memiliki relief yang menggambarkan kisah Ramayana dan kisah Buddha.
  • Candi Penataran, terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Candi ini didirikan untuk menghormati raja Srengga yang meninggal pada tahun 1190. Candi ini memiliki relief yang menggambarkan kisah Bharatayuddha dan kisah Buddha.

 

Arca

Penemuan arca Bodhisatwa peninggalan Kerajaan Kediri - Foto ANTARA News

Arca-arca yang berasal dari Kerajaan Kediri antara lain:

  • Arca Dwarapala, merupakan arca penjaga pintu yang berwujud raksasa. Arca ini ditemukan di beberapa candi, seperti Candi Jago, Candi Kidal, dan Candi Penataran.
  • Arca Ganesha, merupakan arca dewa dengan kepala gajah. Arca ini ditemukan di beberapa candi, seperti Candi Jago dan Candi Penataran.
  • Arca Nandiswara dan Mahakala, merupakan arca dewa dengan wajah menyeramkan. Arca ini ditemukan di beberapa candi, seperti Candi Jago dan Candi Penataran.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting