Sejarah Simpang Lima Gumul (SLG)

Sumberhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/uploads/post/large-simpang-lima-gumul-kediri-1-dac69841b2e25d165d815ae8e90858e0.jpg
Monumen merupakan ikon sebuah kota atau suatu daerah yang sering kali didirikan untuk beberapa tujuan, antara lain tujuan tersebut sebagai tempat pertemuan masyarakat, sarana edukasi, sarana rekreasi, maupun tujuan ekonomi,dll. Seperti halnya monumen “Simpang Lima Gumul” yang terletak di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri Awal mula bangunan ini didirikan pada tahun 2003 oleh bupati Kediri yaitu Bapak Sutrisno.
Secara fisik bangunan ini memiliki luas 804 meter persegi, tinggi bangunan ini mencapai 25 meter dengan ditumpu oleh tiga tangga masing-masing setinggi tiga meter dari lantai dasar, yang memiliki makna bahwa angka-angka tersebut menggambarkan tanggal, bulan, tahun hari jadi kediri yaitu 25 Maret 804 Masehi. Pembangunan monumen Simpang Lima Gumul Kediri tertuang dalam Surat Bupati Kediri, Nomor 593/782/418.52/2002, tanggal 29 April 2002.

Sumber: https://bangsaonline.com/images/uploads/berita/700/8b1f58ebf4e88afb4ab0a7906b3290c1.jpg
Persetujuan ini diberikan berdasarkan surat permohonan yang telah diajukan oleh Bagian Perlengkapan Pemerintah Kabupaten Kediri nomor 593/782/418.31/2002 tanggal 11 Maret 2002, perihal permohonan pemberian persetujuan penetapan lokasi pengadaan tanah proyek relokasi Simpang Lima Gumul Kediri. Monumen ini tepatnya didirikan di antara persimpangan antara lima jalur menuju ke beberapa daerah yang berbeda-beda. Untuk arah selatan menuju Kecamatan Wates, arah timur menuju Kecamatan Gurah, arah utara menuju Kecamatan Pagu, arah timur menuju Pare, dan kearah barat menuju Kota Kediri.
Simpang Lima sendiri dibangun dengan tujuan untuk pusat perekonomian masyarakat Kediri, yaitu dibangun sentra kuiner dan aneka pedagang yang menjajakan dagangan pada kawasan Simpang Lima Gumul, Kediri, namun saat ini tujuan tersebut kurang maksimal dalam penerapannya, mengingat sentra kuliner dan tujuan ekonomi yang pada awalnya dibangun sedmikian rupa guna membangkitkan perekonomian masyarakat Kabupaten Kediri. Rencana awal sentra ekonomi ini dicetuskan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri guna memberdayakan masyarakat sekitar, namun pada penerapannya saat ini pedagang. Kediri Memang sudah tidak bisa diragukan lagi tentang icon dan wisatanya. Memang pantas jika disebut kota maju.
Sumber:https://repository.unair.ac.id/87553/5/JURNAL_071511433031_MALFINDA%20INDRA%20MAYLIN%20.PDF.pdf
.jpg)
September 20, 2023
ANGGA AJA
