Minggu, 15 Oktober 2023

Destinasi Wisata

 Rekomendasi Wisata Di Kediri

1.    1. Gunung Kelud

 Kawah Hijau Gunung Kelud Jadi Primadona Wisatawan - Surya Travel

Gunung berapi yang sempat beberapa kali erupsi ini berada tidak jauh di sebelah barat Kota Kediri

Setibanya di loket, pengunjung dewasa wajib membayar tiket Rp 8.000 per orang (weekdays) atau Rp 10.000 per orang saat hari libur. Untuk kendaraan sepeda motor, tarifnya Rp 2.000. "Jam buka loket Gunung Kelud dari 07.00 WIB sampai 16.00 WIB," kata Koordinator Pengelola Wisata Gunung Kelud Kediri

Dari loket, pengunjung masih bisa membawa kendaraannya menyusuri jalan aspal yang mengarah ke Gunung Kelud. Sekitar 15 melaju, barulah Kompas.com tiba di area parkir sepeda motor. Di sinilah batas pengunjung boleh membawa sepeda motornya


Selanjutnya, perjalanan menuju Kawah Gunung Kelud bisa dilakukan dengan naik ojek atau jalan kaki. Sebagai info, tarif ojek dari area parkir sepeda motor adalah Rp 30.000 pulang-pergi. Sementara tarif ojek dari area parkir mobil sebelum tempat parkir motor adalah Rp 40.000 pulang-pergi

 

2.    2. Air Terjun Dolo

Air Terjun Dolo Kediri

Kabupaten Kediri memiliki beberapa air terjun yang cantik.Salah satunya, adalah Air Terjun Dolo. Tempat wisata ini terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kediri. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, ± 25 km (± 45 menit), atau ± 150 km (±3,5 jam) dari Bandara Juanda Surabaya. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan mudah.

Bagi pecinta Hiking (mendaki gunung), Gunung Besuki merupakan alternatif yang sangat menarik untuk ditaklukan dan dinikmati. Rasa lelah dan haus akan terobati saat mencapai Air Terjun Dolo, kesejukan dan panoramanya sangat mempesonakan pengunjung, lokasinya yang berada tengah kawasan hutan gunung besuki menambah asri dan sejuknya kawasan ini. Ketenangan dan kenyamanan yang disuguhkan tentunya akan memanjakan Anda yang biasa terbelenggu dalam rutinitas dan kepenatan suasana kerja dan aktivitas perkotaan.

3.      Goa Selomangleng

Gua Selomangleng - Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur

Gua Selomangleng merupakan objek wisata populer di Kotamadya Kediri yang berada di utara kota dan dilengkapi akses jalan raya yang mulus, tersedia angkutan kota dan dekat dengan universitas serta SMA Negeri di Kota Kediri. Dinamakan Selomangleng dikarenakan lokasinya yang berada di lereng bukit (bahasa Jawa: Selo = batu, Mangleng = miring), kira-kira 40 meter dari tanah terendah di kawasan. Gua ini terbentuk dari batu andesit hitam yang berukuran cukup besar, sehingga tampak cukup menyolok dari kejauhan.

4.      Petilasan Sri Aji Joyoboyo

Petilasan Sri Aji Joyoboyo (Kediri, Indonesia) - Review - Tripadvisor

objek wisata yang juga kerap disebut Petilasan Sri Aji Joyoboyo ini terletak di Desa Menang Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Pamuksan Sri Aji Joyoboyo memiliki pesona dan nuansa yang sangat menarik untuk dikunjungi, maka dari itu sangat disayangkan apabila kamu sedang berada di Kediri namun tidak menyempatkan diri untuk berkunjung ke objek wisata yang satu ini.

Saat berkunjung ke Pamuksan Sri Aji Joyoboyo, kamu akan menemukan 3 prasasti dan relief kala tanpa rahang bawah. Prasasti ini bertulisan cerita tentang pemugaran sebuah situs oleh Keluarga Besar Hondodento dari daerah Yogyakarta, yang dilakukan pada 22 februari 1975 dan kemudian diresmikan pada 17 april 1976. Kala atau Banaspati adalah dewa yang menjaga penjaga bangunan suci serta penolak kekuatan jahat dan merupakan anak putri dari Siwa. Sebelum dipugar situs ini dulunya hanya berbentuk sebuah gundukan tanah. Namun seorang warga Desa Menang.

5.Sendang Tirta Kamandanu

 Sendang Tirto Kamandanu, Sisa Peninggalan Raja Jayabaya

Sendang Tirto Kamandanu adalah salah satu tempat wisata edukasi dan merupakan warisan budaya yang masih tetap dilestarikan yang berlokasi di Dusun Menang RT 03 RW 03 Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sendang Tirto Kamandanu ini terletak 200 meter dari petilasan atau tempat mokhsanya Raja Kediri Sri Aji Jayabaya.

 







 

 


Prasasti Kerajaan Kediri

 13 Review Menarik Goa Selomangleng Kediri, Wisata Alam Syarat Sejarah

Kerajaan Kediri bermula dari perintah Raja Airlangga untuk membagi kerajaannya menjadi dua bagian pada tahun 1041 Masehi. Pembagian kerajaan dimaksudkan untuk menghindari pertikaian, seperti dikutip dari buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik sampai Kontemporer oleh Adi Sudirman. Wilayah kerajaan Raja Airlangga dikenal sebagai Kahuripan.

Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh Brahmana sakti bernama Empu Bharada. Kedua kerajaan tersebut dikenal sebagai Kerajaan Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri). Kerajaan ini dibatasi oleh Gunung Kawi dan Sungai Brantas, seperti dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M), kitab Negarakertagama (1365 M), dan kitab Calon Arang (1540 M).

Pada awal masa perkembangan, Kerajaan Kediri tidak banyak diketahui orang. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang dikeluarkan Kerajaan Jenggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara Jenggala dan Kediri sepeninggal Raja Airlangga. Sejarah Kerajaan Kediri atau Panjalu mulai diketahui oleh adanya Prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa. Sebelum Sri Jayawarsa, hanya raja Sri Samarawijaya yang diketahui.

Prasasti-prasasti yang berasal dari Kerajaan Kediri antara lain:

  • Prasasti Sirah Keting (1104), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Sri Jayawarsa kepada pendeta Buddha bernama Dharmaputra.
  • Prasasti Wurare (1127), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Sri Bameswara kepada pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.
  • Prasasti Hantang (1144), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Jayabaya kepada pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.
  • Prasasti Kamalagyan (1181), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Kameswara kepada pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.
  • Prasasti Pucangan (1194), berisi tentang pemberian tanah sima oleh raja Kertajaya kepada pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.

Candi

Prasasti dan Candi Peninggalan Kerajaan Kediri

Candi-candi yang berasal dari Kerajaan Kediri antara lain:

  • Candi Jago, terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini didirikan untuk menghormati raja Wisnuwardhana yang meninggal pada tahun 1268. Candi ini memiliki relief yang menggambarkan kisah Panji dan kisah Buddha.
  • Candi Kidal, terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini didirikan untuk menghormati raja Anusapati yang meninggal pada tahun 1248. Candi ini memiliki relief yang menggambarkan kisah Ramayana dan kisah Buddha.
  • Candi Penataran, terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Candi ini didirikan untuk menghormati raja Srengga yang meninggal pada tahun 1190. Candi ini memiliki relief yang menggambarkan kisah Bharatayuddha dan kisah Buddha.

 

Arca

Penemuan arca Bodhisatwa peninggalan Kerajaan Kediri - Foto ANTARA News

Arca-arca yang berasal dari Kerajaan Kediri antara lain:

  • Arca Dwarapala, merupakan arca penjaga pintu yang berwujud raksasa. Arca ini ditemukan di beberapa candi, seperti Candi Jago, Candi Kidal, dan Candi Penataran.
  • Arca Ganesha, merupakan arca dewa dengan kepala gajah. Arca ini ditemukan di beberapa candi, seperti Candi Jago dan Candi Penataran.
  • Arca Nandiswara dan Mahakala, merupakan arca dewa dengan wajah menyeramkan. Arca ini ditemukan di beberapa candi, seperti Candi Jago dan Candi Penataran.

Mitos di Kediri

 

Mitos di Kota Kediri,Bisa bikin Presiden lengser?

 

Kota ini memiliki beragam mitos, dan kisah misterinya yang memang sudah ada sejak nenek moyang. Selain itu, sejumlah misteri yang berkaitan dengan Kota Kediri juga masih banyak dipercayai masyarakat.

Mitos kota kediri, konon bisa bikin Presiden Indonesia lengser dirangkum dari berbagai sumber:

1.    Adanya piramida

Intech Misteri: MISTERI Sejarah Piramida Klothok di Kediri

Masyarakat Kediri mempercayai adanya sebuah piramida terpendam di bawah tanah kota ini. Misteri peninggalan pra sejarah ini diyakini masyarakat lantaran Gunung Klothok yang berada di dekat Gunung Wilis ini tampak seperti piramida. Bentuknya juga unik dan tidak biasa, sehingga banyak yang percaya di dalamnya terdapat candi atau piramida.

 

2.    Buaya putih penghuni Sungai Brantas


Viral Buaya di Sungai Brantas Kediri Dikaitkan dengan Mistis, Seperti Apa?

 

Mitos tentang keberadaan buaya putih yang menghuni Sungai Brantas sudah ada sejak dahulu. Kepercayaan ini muncul karena sungai yang sudah ada sejak zaman Mataram kuno ini kerap menelan korban jiwa dan buaya putih dituding sebagai penyebabnya.Bagi yang percaya, buaya putih Sungai Brantas bersemayam di jembatan lama Kota Kediri dan di Badug Seketi.

 

3.Dilarang menikah dengan orang Lamongan

Mitos ini bermula dari kisah dua putri kembar bernama Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi yang di masa lalu ingin dinikahkan dengan putra kembar Bupati Lamongan.

PENYEBAB ORANG LAMONGAN DILARANG MENIKAH DENGAN ORANG KEDIRI - YouTube

Sayangnya, pernikahan yang direncanakan justru gagal dan memicu peperangan antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Lamongan. Dalam situasi tersebut, Raja Lamongan dikabarkan tewas dan memberikan pesan agar anak cucunya tidak boleh menikah dengan orang Kediri.

 4. Ramalan Jaya Baya

 

Salah satu ramalan yang banyak dipercaya masyarakat Indonesia, khususnya yang berdarah Jawa adalah Ramalan Jaya Baya. Ramalan tersebut ditulis oleh Jaya Baya, raja Kerajaan Kediri.

Sumber Ramalan Prabu Jayabaya, Raja Kediri yang Dikenal Masyarakat Jawa  sebagai Sosok Raja Mumpuni - Ayo Jakarta

 

Dalam ramalannya, sang raja menuliskan tanah Jawa akan berkalung besi dan akan dijajah wong cebol (orang bertubuh pendek). Ramalan tersebut dikaitkan dengan rel kerata api yang kini mengelilingi pulau Jawa dan dulunya Indonesia pernah dijajah oleh Jepang.

 

5. Presiden bisa lengser

Mitos ini rupanya sudah ada sejak zaman kerajaan Kalingga dikuasai oleh Kartikea Singha.

Zaman itu Kartikea Singha menyusun sebuah kitab hukum pidana yang diberi nama Kalingga Darma Sastra yang terdiri dari 119 pasal. Kartikea Singha juga memberikan kutukan, “Siapa kepala negara yang tidak suci benar masuk wilayah kota Kediri maka dia akan jatuh.”

Dengan ada cerita itu lah, maka mitos yang berkembang di masyarakat, Kota Kediri dianggap sebagai wilayah 'wingit' yang tidak boleh didatangi oleh Presiden Republik Indonesia. Buktinya, dari daftar enam presiden RI, hanya tiga presiden yang berani datang ke Kota Kediri yaitu, Soekarno, B.J. Habibie, dan Gus Dur.

Percaya atau tidak, mereka akhirnya dilengserkan dari jabatannya dengan cara politik tak lama setelah melakukan kunjungan ke Kota Kediri.

 

Baiklah itulah 5 mitos yang ada di kota Kediri,mau percaya atau tidak kita hanya bisa menghormati keyakinan penduduk setempat. Jadi apa pendapat kalian tentang mitos?tulis dikolom komen…

 

 

Sabtu, 14 Oktober 2023

Keunikan Kediri

 Selain kuliner tahu yang unik dan nikmat, Kediri juga punya keunikan lain yang nggak dimiliki daerah lain di Indonesia. Penasaran apa saja keunikan Kediri?

1 Punya jembatan besi tertua di Pulau Jawa

 Jembatan Lama Kediri - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sebagai daerah yang dilewati Sungai Brantas, Kediri memiliki banyak jembatan. Setidaknya sepanjang aliran Sungai Brantas di Kediri, terdapat 6 jembatan penyeberangan. Salah satu jembatan tersebut ada yang berusia lebih dari satu setengah abad. Namanya Jembatan Lama. Jembatan Lama Kediri menghubungan dua kecamatan, yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Mojoroto.

2 Punya monuman SLG yang menyerupai Arc de Triomphe Paris

 InfoPublik - Kediri Punya Monumen Simpang Lima Gumul dan Kampung Inggrid

Alun-alun sebagai ruang publik sudah umum di banyak daerah di Indonesia, namun Kediri berbeda. Ruang publik yang dimiliki Kediri menyerupai monumen Arc de Triomphe di Paris. Nama ruang publik yang saya maksud adalah Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Secara bentuk, Monumen SLG mirip dengan Arc de Triomphe, yang membedakan adalah pada Monumen SLG terdapat 16 relief yang bercerita tentang sejarah dan kesenian Kediri yang terukir pada dinding sisi-sisinya. Monumen SLG memiliki luas 804 meter persegi dan tinggi 25 meter.

3 Punya Kampung Inggris

 Kampung Inggris Pare Menjadi Kawasan Eduwisata - Wiradesa.co

Keunikan Kediri yang nggak dimiliki daerah lain di Indonesia adalah memiliki satu daerah yang disebut Kampung Inggris. Kampung Inggris terletak di wilayah Tulungrejo, Pare. Kampung ini bukan kampung yang isinya bule, lho ya. Dinamakan demikian lantaran banyaknya tempat kursus bahasa Inggris di sana. Bahkan tempat kursus di Kampung Inggris mencapai 100 lebih!

Di Kampung Inggris, orang-orang dari berbagai daerah datang untuk belajar bahasa Inggris. Biasanya mereka akan menghabiskan waktu untuk belajar di sana selama 1-2 bulan, bahkan 6 bulan hingga 1 tahun sesuai dengan paket yang dipilih. Untuk berkegiatan sehari-hari pun, orang-orang yang sedang belajar ini wajib menggunakan bahasa Inggris. Beli makanan atau sekadar saling sapa pokoke wajib pakai bahasa Inggris.

4 Jadi tempat asal perusahaan rokok terbesar di Indonesia

 Harta Istri Pendiri Gudang Garam Lenyap Rp 36,4 Triliun, Mengapa? Halaman  all - Kompas.com

Salah satu yang menjadikan Kediri unik ketimbang daerah lain di Indonesia adalah di sinilah tempat berdirinya perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yakni Gudang Garam. Gudang Garam boleh dikatakan terbesar lantaran produknya sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri bahkan hingga ke mancanegara. Saking mendunianya, rokok Gudang Garam sampai muncul dalam serial manga Jormungand. Kantor pusat Gudang Garam dan produksinya berada di kompleks seluas 514 hektare di Kediri.

 

 

 

 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting