Kota Kediri memiliki keindahan tersendiri, selain SLG (Simpang Lima Gumul) yang menjadi ikon Kota Kediri. Kediri juga memiliki ciri khas atau ikon di bidang makanan
apa aja sih makanan khas kediri itu???
1. Tahu Takwa
Tahu takwa atau yang dikenal dengan tahu kuning,merupakan makanan yang menjadi ciri khas Kediri.Sejarah tahu takwa sendiri diawali dengan adanya imigran dari suku Tiongkok yang datang ke Kediri pada tahun 1900. Pada saat itu, kebiasaan warga Tiongkok, ketika ada sebuah perayaan mereka akan membuat banyak sekali olahan dari tahu.
Dulunya, di wilayah Kediri belum ada orang yang memproduksi tahu. Saat warga tiongkok melihat tekstur air antara Kediri dan Tiongkok sama, mereka tertarik untuk memproduksi tahu. Dalam sejarah Chu Ku Fei dari China, awalnya warga Tiongkok membuat tahu berwarna putih. Namun, karena melihat Kota Kediri memiliki identik dengan bangunan nuansa kuning di sepanjang jalan, maka dibuatlah tahu kuning sebagai simbol hubungan Tiongkok dan Kediri. Selain itu Tahu Kuning juga bisa disebut dengan Tahu Takwa.
Nama tersebut berasal dari suku Hokkian yang bernama “Kwa”, sehingga dengan adanya peleburan pelugatan dari Tiongkok ke Jawa penyebutannya menjadi “Takwa”.Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri Kota Kediri saat ini juga memiliki salah satu objek wisata yang merupakan sentra pembuatan tahu takwa, yakni Kampung Tahu.Kampung ini sudah ada sejak tahun 1950 an, akan tetapi baru berdiri secara resmi dan disahkan oleh Wali Kota Kediri Samsul Ashar pada Agustus tahun 2019.Lokasi dari kampung tahu sendiri berada di Kelurahan Tinalan Gg. 4, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
2.SOTO KEDIRI
mungkin soto sudah tidak asing ditelinga orang-orang. tetapi soto Kediri memiliki ciri khas sendiri
Soto Kediri adalah makanan khas Kota Kediri, Jawa Timur. Soto ini sekilas sama dengan soto ayam biasa, tetapi berkuah santan sehingga terasa gurih. Soto Kediri banyak dijual di kawasan Terminal Tamanan, Mojoroto, Kota Kediri, karena dijual didaerah tamanan sejak 1969, sehingga soto ini disebut juga Soto Tamanan. Soto ini juga dikenal sebagai Soto Bok Ijo karena dulunya kerap ditemui di sekitar sebuah jembatan hijau yang disebut Bok Ijo. Jembatan tersebut kini berubah menjadi pertigaan di timur
Kediri juga terkenal dengan sate emprit. Sate emprit ini berbahan dasar daging burung emprit. Rasa daging burung emprit ini tak kalah enak dengan ayam, sapi maupun kambing.
Berbeda dengan sate ayam yang ketika dibakar masih berwarna putih, untuk sate emprit warnanya menjadi kecoklatan. Teksturnya empuk, tidak lengket, aromanya kuat, tidak berbau amis, tanpa lemak, dan gurih.
.jpg)
September 17, 2023
ANGGA AJA

2 komentar:
Mantul banget nihh👍
Mantulllll bang
Posting Komentar